Rabu, 29 Mei 2013

Phisical Layer

PHYSICAL LAYER

Physical Layer adalah layer terbawah dari layer OSI model dari jaringan komputer.
Dan biasanya Physical Layer berhubungan dengan masalah listrik, prosedural, mengaktifkan, menjaga, dan menonaktifkan hubungan fisik. Dalam suatu jaringan terdapat beberapa hardware yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa komputer, beberapa hardware tersebut disebut juga dengan Physical Layer, terdapat 3 jenis Physical Layer yang sering digunakan.

NIC (Network Interface Card)
Komponen jaringan yang menyediakan koneksi antara internal bus dari komputer dengan media jaringan. Banyak macamnya tergantung internal bus (PCI atau ISA) komputer yang digunakan dan port koneksi media jaringan (RJ-45 atau BNC). Terdapat Transceiver : bagian dari NIC yang berperan untuk mengirimkan (Transmitter) dan menerima (Receiver) sinyal.

Repeater
Repeater adalah suatu alat yang berfungsi memperluas jangkauan sinyal WIFI yang belum tercover oleh sinyal dari server agar bisa menangkap sinyal WIFI. Perangkat Repeater harus 2 alat, yakni untuk menerima sinyal dari server (CLIENT) dan untuk menyebarkan lagi sinyal Wifi (AKSESPOINT). Perangkat Repeater 2 perangkat agar pekerjaan daripada Radio atau Aksespoint nya tidak saling silah. Jadi sudah bagi tugas antara penerima (CLIENT) dengan penyebar (AKSESPOINT). Paket Repeater sendiri tanpa mengurangi bandwitch yang di sharing. Perangkat Repeater sendiri didesain sedemikian rupa sehingga mampu untuk mengover daerah-daerah yang lemah sinyal dari Server.
Pojok Penyedia

HUB
Hub merupakan perangkat jaringan yang bekerja di OSI layer 1, Physical Layer. Sehingga dia hanya bekerja tak lebih sebagai penyambung atau concentrator saja, dan hanya menguatkan sinyal di kabel UTP. Karena sifatnya ini, hub tak ubahnya seperti repeater dengan banyak port. Dia tidak mengenal MAC addressing/physical addressing, sehingga tidak bisa memilah data yang harus ditransmisikan, sehingga collision tidak bisa dihindari pada metode kerja si hub ini.
Terdapat 7 lapisan pada Physical Layer
1. Physical
2. Data Link
3. Network
4. Transport
5. Session
6. Presentation
7. Aplication
Fungsi Physical Layer
• Berapa Volt untuk BIT 1 dan 0.
• Bdrapa Nano Second Bit dapat bertahan di saluran konunikasi.
• Kapan koneksi awal di buat dan diputuskan ketika melakukan pertukaran data
Contoh Physical Layer
• Token
• Ring
• IEEE 802.11

Artikel ini di ambil dari beberapa sumber :
http://www.g-excess.com/36784/pengertian-physical-layer-dalam-suatu-jaringan/ (diakses pada tanggal 27 Mei 2013)
http://adidesu.wordpress.com/2012/04/08/physical-layer-media-data-rate-dan-bandwith/ (diakses pada tanggal 27 Mei 2013)
http://aditsubang.wordpress.com/2010/05/02/pengertian-protokol-osi-layer-dan-tcp-ip/ (diakses pada tanggal 27 Mei 2013)
http://d4nt0z.wordpress.com/2013/01/13/osi-layer-physical-layer/ (diakses pada tanggal 27 Mei 2013)
http://azuharu.net/jaringan/pengertian-dan-fungsi-open-systems-interconnect-layer-osi/ (diakses pada tanggal 27 Mei 2013)
http://nilamahandika.blogspot.com/2010/06/physical-layer.html (diakses pada tanggal 27 Mei 2013)
http://kelompok5ti6a.wordpress.com/2012/06/08/22/ (diakses pada tanggal 27 Mei 2013)
http://melisaseptianadayanun.blogspot.com/2012/06/pengertian-physical-layer.html (diakses pada tanggal 27 Mei 2013)
http://www.slideshare.net/PurLhye/physical-layer-15727328/ (diakses pada tanggal 27 Mei 2013)
http://id.termwiki.com/EN:physical_layer_/ (diakses pada tanggal 27 Mei 2013)

SEKIAN DAN TERIMA KASIH
00oo00

Tidak ada komentar:

Posting Komentar